Cara memulai bisnis dan usaha dari nol untuk pemula
Bagaimana Cara Memulai Bisnis Dan Usaha Dari Nol

Bagaimana cara memulai bisnis dan usaha yang baik dan benar dari nol? Pertanyaan klasik namun jawabannya tidak semudah membalik telapak tangan.

Pada artikel ini penulis akan memberikan rangkumannya berdasarkan pengalaman penulis sendiri, materi pelatihan atau workshop, dan dari sharing pengalaman teman-teman wirausaha lainnya.

Langkah-langkah yang penulis sampaikan di sini dapat Anda jadikan referensi tambahan, baik bagi Anda yang baru akan memulai bisnis/usaha maupun bagi Anda yang telah memiliki bisnis/usaha berjalan sebagai bahan evaluasi atau perbandingan.

3 (tiga) Hal Penting Yang Harus Anda Ingat Untuk Memulai Bisnis Atau Usaha Yang Akan Anda Jalankan Dari NOL:

(catatan: untuk selanjutnya istilah bisnis dan usaha akan penulis jadikan satu menjadi bisnis saja)

1. BISNIS ANDA HARUS DIRENCANAKAN DENGAN BAIK, TERARAH, DAN TERUKUR.
Anda harus menyiapkan Rencana Usaha (Business Plan) yang bisa menjadi penentu bagaimana bisnis Anda akan berjalan. Anda juga nantinya akan membutuhkan perencanaan lanjutan yang lebih detil berdasarkan Rencana Usaha (Business Plan) yang telah Anda buat tersebut.

Rencana detil lanjutan ini bisa Anda buat setelah business plan selesai Anda buat, karena pada dasarnya rencana detil lanjutan ini adalah rincian atau detil dari tiap proses rencana usaha.

Apakah bisa rencana detil lanjutan ini dilakukan sekaligus saja dalam business plan? Bisa saja, tergantung ditujukan untuk siapa dan untuk tujuan apa Anda membuat business plan tersebut. Ulasan lengkapnya bisa anda baca di sini.

Rencana detil lanjutan yang penulis maksud diantaranya adalah Rencana Pemasaran (Marketing Plan), Rencana Tindakan (Action Plan), rencana Sistem Laporan Keuangan (Accounting Report), dan rencana Pengelolaan Resiko (Risk Management) sebagai antisipasi meminimalisir kerugian usaha.

Kok ribet amat? Ya tinggal pilih, mau repot di awal atau mau repot saat bisnis Anda sudah berjalan nanti? Tenang saja, semuanya bisa disederhanakan dan bisa disesuaikan dengan jenis, skala bisnis, dan kemampuan atau potensi Anda saja kok.

Sebagai langkah awal, Anda bisa coba ikuti langkah-langkah sederhana yang ada pada bagian KESIMPULAN di akhir artikel ini. Bisa juga langsung mengikuti tahapan dan contoh di halaman artikel Rencana Usaha (Business Plan) ini.

2. BISNIS ANDA HARUS DIJALANKAN DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH.
Kesungguhan dalam menjalankan bisnis tergantung dari motivasi apa yang mendasari keputusan Anda untuk berbisnis. Motivasi terkuat yang menunjang kesuksesan bisnis biasanya berdasarkan POTENSI bakat (talent), minat/kesenangan (hoby), kecintaan (passion), dan kejelian memanfaatkan kesempatan atau peluang (opportunity).

Sedangkan motivasi terlemah biasanya adalah hanya karena sekedar ikut-ikutan trend dan orientasi keuntungan jangka pendek semata tanpa memiliki visi jangka menengah-panjang ke masa depan.

Ide Bisnis pun dapat diawali dari hal-hal di atas, pengalaman pribadi, dan juga dari pengalaman orang lain.

Ulasan mengenai pengertian dan perbedaan antara bakat (talent), Minat/kesenangan (hoby), kecintaan (passion) dan kemampuan memanfaatkan peluang/kesempatan (opportunity) dan hubungannya dengan ide dan motivasi bisnis bisa Anda baca DI SINI. Namun sebelumnya penulis akan memberikan sedikit contoh agar Anda dapat lebih memahaminya.

Contoh bisnis motivasi bakat:
Kemampuan menulis artikel bisa jadi bloger, copy writer, menulis buku, dll.

Contoh bisnis motivasi kecintaan (passion):
Mencintai dunia coding dan software bisa menciptakan aplikasi, web development, membuat program komputer/smartphone, dll.

Mencintai dunia Digital Marketing bisa membuka jasa digital marketing, admin handling untuk web dan medsos, dll.

Contoh bisnis motivasi kesempatan/peluang (opportunity):
Membuka jasa laundry karena melihat banyak orang yang malas mencuci baju, membuka jasa titip belanja karena melihat banyak orang malas keluar rumah untuk belanja, Menjadi investor karena melihat banyak startup berpotensi tapi terkendala modal awal, dll.

3. BERBISNIS HARUS SIAP MENTAL ATAS RESIKO YANG MUNGKIN TERJADI.
Pada bagian inilah motivasi dasar bisnis Anda akan banyak berbicara.

Tujuan utama dari bisnis adalah mencari keuntungan (profit), tidak ada satu pun bisnis yang dijalankan dengan tujuan untuk rugi atau jatuh bangkrut/pailit. Namun dalam bidang bisnis apapun selalu ada resiko mengalami kondisi stagnan (jalan di tempat), rugi, jatuh (down), dan bahkan bangkrut.

Idealnya, suatu bisnis harus dijalankan atas dasar motivasi dan visi yang kuat serta didukung dengan perencanaan bisnis, marketing plan, action plan, dan sistem laporan keuangan yang baik, terarah, serta terukur. Dengan begitu, apapun kondisi yang terjadi tidak akan menyurutkan langkah Anda untuk terus bergerak maju.

Dan ketika Anda mengalami resiko yang tidak diinginkan, Anda bisa segera melakukan evaluasi untuk mendapatkan solusi serta mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasinya. Bukan tidak mungkin hasil dari evaluasi Anda justru membuat bisnis Anda menjadi lebih sukses dari sebelumnya.

Namun jika bisnis Anda motifnya hanya karena sekedar ikut-ikutan trend, hanya berorientasi keuntungan jangka pendek semata, hanya siap terima untung tapi tidak siap rugi, serta tidak memiliki visi jangka menengah-panjang ke masa depan, maka ceritanya jadi lain.

Apalagi ditambah jika tidak direncanakan yang baik, terarah, dan terukur, maka bisa dipastikan saat Anda mengalami resiko bisnis yang tidak diinginkan tersebut Anda akan langsung berhenti menyerah di tengah jalan tanpa tahu harus bagaimana.

Selain itu Anda pun akan mudah gonta-ganti bidang usaha tanpa perhitungan, panik, mengambil tindakan serampangan, stress/depresi, dan bisa saja Anda menjadi gila…naudzubillah.

KESIMPULAN

Langkah awal yang harus dilakukan untuk memulai bisnis dan usaha dari nol:

  1. Buat gambaran kasar tentang bisnis apa yang akan Anda jalankan. Tanyakan pada diri Anda apa motivasi bisnis Anda berdasarkan apa, lalu tuliskan di kertas. Pakai metode 2W1H saja dulu agar lebih mudah: What (apa), Why (mengapa), dan How (bagaimana).
    Contoh:
    What
    Bisnis Cafe, dekat kampus
    Why
    – Punya bakat, minat, dan passion di bidang kopi
    – Modal tidak terlalu besar
    – Banyak mahasiswa nongkrong dekat kampus
    How:
    – Sewa kios
    – Modal patungan
    – Supply bahan dari pabrik/franchisse
  2. Tuangkan gambaran kasar di atas dengan lebih rinci dalam bentuk draft Rencana Usaha (Business Plan), lihat cara membuat beserta contohnya dalam artikel DI SINI.
  3. Jika memungkinkan, Lanjutkan dengan membuat perencanaan lainnya seperti pada poin nomor 1 tentang 3 hal penting yang harus anda ingat sebelumnya. Anda bisa lewatkan tahap ini jika Anda membuat business plan super komplet.
  4. Buat Rencana Tindakan (Plan Action) atas Rencana Usaha (Business Plan) yang telah Anda buat sebelumnya, tentukan timeline Anda sendiri. Jika Anda punya calon partner atau tim, silahkan diskusikan dengan mereka.
  5. Ingat: Apapun ide bisnis dan rencana Anda, buat secara tertulis dengan segera dan jangan hanya mengandalkan ingatan Anda yang terbatas!

Jika Anda masih bingung mengenai langkah di atas, silahkan langsung saja ke artikel berikut: Cara Membuat Rencana Usaha (Business Plan) Beserta Contohnya.

Oke, sepertinya sudah cukup panjang artikelnya….sampai berjumpa di artikel berikutnya dan semoga bermanfaat. Jika ada yang ingin ditanyakan atau sekedar ingin berkomentar, ingin menambahkan, atau apapun yang bermanfaat buat kita semua, silahkan tuliskan di kolom komentar ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *